Mendukung Kegiatan UP2K PKK Kelurahan Gedongkiwo Dalam Pembuatan Batik Cap Kombinasi

Mendukung Kegiatan UP2K PKK Kelurahan Gedongkiwo Dalam Pembuatan Batik Cap Kombinasi

Yogyakarta - Kain batik, mendengar kata itu, maka yang terpikir dalam benak masyarakat adalah sesuatu wujud tradisi budaya yang khas Nusantara. Mulai dari rakyat di perdesaan, perkotaan, baik di Tanah Air hingga mancanegara, saat ini sudah sangat mengenal batik.

Terlebih, setelah melalui proses yang panjang, yakni sejak didaftarkan pemerintah ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dan berhasil masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia yang ditetapkan UNESCO pada 4 September 2008, maka ada pengakuan resmi.

Pengakuan resmi itu terjadi pada 2 Oktober 2009, di mana batik ditetapkan sebagai daftar Warisan Budaya Tak Benda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO pada sidang UNESCO di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Oleh Karena Itu UP2K PKK Kelurahan Gedongkiwo bersama Babinsa Kelurahan Gedongkiwo Sertu Budi Irawan dan Bhabinkamtibmas Aipda Arief Rodhi, melaksanakan pelatihan batik cap kombinasi menggunakan cap dari daur ulang kertas bekas pakai. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Jum'at (29/09/2023).

Kegiatan ini merupakan bentuk kreatifitas yang di lakukan oleh Ibu - ibu PKK, memanfaatkan limbah kardus dan triplek bekas untuk di buat cap dengan motif - motif batik yang modern. Babinsa juga turut serta langsung mempraktekan pengecapan kain untuk di buat batik. Dan Babinsa menilai kegiatan ini cukup mudah untuk di praktekan sehingga bisa menjadi salah satu pemasukan untuk perekonomian warga Kelurahan Gedongkiwo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babinsa Melaksanakan Sambang Kampung Di Ndalem Ngabean Kraton

Babinsa Pakuncen Laksanakan Komsos dengan Sekretaris Lurah

Babinsa Kelurahan Muja Muju Hadiri Pengajian Akbar Tahun Baru Hijriyah 1445 H Dan Pengajian Ahad Pagi