Babinsa Kelurahan Klitren Hadiri Acara Tradisi Nyadran
Babinsa Kelurahan Klitren Hadiri Acara Tradisi Nyadran
Yogyakarta - Tradisi Nyadran merupakan suatu budaya mendoakan leluhur yang sudah meninggal dan seiring berjalannya waktu mengalami proses perkembangan budaya sehingga menjadi adat dan tradisi yang memuat berbagai macam seni budaya, Nyadran dikenal juga dengan nama Ruwahan, karena dilakukan pada bulan Ruwah, seperti yang dilakukan oleh Sertu Tri Winarto anggota Koramil 03/Gondokusuman Kodim 0734/Kota Yogyakarta menghadiri kegiatan nyadran yang berlangsung di makam Kepuh Kelurahan Klitren, kegiatan Nyadran di dahului dengan (Pembacaan ayat suci Al Quran, zikir, tahlil dan doa) yang dipimpin oleh oleh seorang Kyai. Jum'at (23/02/2024).
Dalam kesempatan tersebut Sertu Tri winarto mengatakan bahwa masyarakat Indonesia khususnya di pulau Jawa memiliki adat budaya yang beragam, setiap daerah di Pulau Jawa memiliki budayanya sendiri. Kebudayaan ini merupakan warisan nenek moyang yang turun temurun dari dulu kala, salah satu tradisi yang masih dilakukan oleh masyarakat Jawa adalah tradisi nyadran , masyarakat Jawa khususnya yang tinggal di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur menjalankan tradisi nyadran untuk menyambut bulan Ramadan.
Kegiatan nyadran adalah kegiatan tradisi yang sudah di lakun oleh para pendahulu kita, pelaksanaan tradisi Nyadran ditujukan untuk mendoakan para leluhur, orang tua yang sudah meninggalkan dunia dan untuk mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian, nyadran juga dijadikan sebagai sarana guna melestarikan budaya gotong royong sekaligus upaya untuk menjaga keharmonisan masyarakat melalui kegiatan tersebut.
"Semoga dengan adanya kegiatan nyadran ini, mengingatkan kita agar selalu berbuat yang terbaik antar sesama, mendoakan para leluhur, di samping itu juga kegiatan nyadran ini menggambarkan akan bahwa kita semua akhir nya akan seperti para lelur kita yaitu menghadap sang Illahi, semoga kegiatan nyadran tidak akan terkikis oleh perkembangan nyaman, oleh sebab itu mari kita sama sama uri-uri kegiatan peninggalan para leluhur kita, agar tetap eksis dan supaya tetap di lanjutkan para penerus bangsa Indonesia," ujar Sertu Tri Winarto.
Komentar
Posting Komentar