Upaya Penanganan Sampah Dengan Pelatihan Pembuatan Kompos Sampah Organik.

Upaya Penanganan Sampah Dengan Pelatihan Pembuatan Kompos Sampah Organik.

Yogyakarta - Pada Kesempatan itu Babinsa Kelurahan Rejowinangun Koramil 08/ Kotagede Kodim 0734/Kota Yogyakarta Serma Suryadi melaksanakan monitoring dan pendampingan kegiatan sosialisasi pelatihan pembuatan kompos melalui pengolahan sampah organik skala rumah tangga dengan metode biopori bertempat di Pondok Pesantren Al Amin Jalan Karangsari Kulon GG Kenanga KG I/No.319C  Rt. 46 Rw. 05, Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, Jum'at (31/05/2024).

Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan Kasi Ekobang Kelurahan Rejowinangun, sosialisasi pembuatan kompos oleh Bapak Marsono, tanya jawab, praktek lapangan pembuatan biopori, evaluasi, dan Penutup.

Bapak Marsono sebagai narasumber menyampaikan, Biopori adalah lubang lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme di dalam biopori terdapat seperti cacing , perakaran tanaman, rayap dan fauna lainnya. Lubang lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.

"Penggunaan biopori untuk tempat pengomposan adalah dengan  memasukan sampah organik (sisa dapur) ke dalam Biopori. Apabila sampah cukup banyak dapat didorong dengan tongkat tumpul, tetapi tidak boleh terlalu padat karena akan mengganggu proses peresapan air ke samping. Untuk ukuran biopori kedalaman 100 cm dan diameter 10 cm dapat menampung 7,8 L sampah. Sampah dapur dapat menjadi kompos dalam jangka waktu 15-30 hari, sementara sampah kebun berupa daun dan ranting bisa menjadi kompos dalam waktu 2-3 bulan. Kompos yang sudah jadi dapat diambil dengan alat bor atau bantuan sendok semen untuk dijadikan sebagai kompos/ pupuk organik," terang narasumber.

Adapun manfaat Biopori antara lain sebagai sarana Pembuatan Pupuk dengan sampah Organik, sebagai tempat untuk mengolah sampah organic untuk proses pembuatan pupuk, Cocok untuk dibuat di rumah-rumah karena sampah organik banyak tersedia di rumah tangga, bisa dibuat dimana saja meskipun dilahan yong sempit, bisa dibuat sendiri dengan harga yang sangat murah. 

Biopori sebagai Peresapan/tabungan Air. Dengan Biopori dapat mengurang kekeringan/kekurangan air sumur, biopori mengurangi terjadinya banjir dan genangan air dilingkungan.

Babinsa Serma Suryadi mengatakan, Keikutsertaan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud upaya dalam membantu mensukseskan program pemerintah dalam menangani permasalahan sampah di wilayah binaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babinsa Melaksanakan Sambang Kampung Di Ndalem Ngabean Kraton

Babinsa Pakuncen Laksanakan Komsos dengan Sekretaris Lurah

Babinsa Kelurahan Muja Muju Hadiri Pengajian Akbar Tahun Baru Hijriyah 1445 H Dan Pengajian Ahad Pagi